Tugas Seni budaya, suruh nyari naskah dapetnya ini!!

PERSAHABATAN

ADEGAN 1

Suasana ramai selepas mengerjakan soal terakhir hari ini. Ulangan Kenaikan kelas sudah berlalu. Anak-anak semua senang bisa menyelesaikan ulangan dengan baik. Tanpa terkecuali, Rais dan kawan-kawanya. Mereka senang akhirnya bisa lepas dari buku yang menyibukkan mereka akhir pekan ini. Setelah bel berbunyi mereka bergegas menuju tempat parkir motor mereka.

Selma    : “Wah..enaknya ngapain ya kalau sudah selesai dari tugas-tugas akhir sekolah  ini?”

Nurul     : “Kita pergi liburan saja ya? Bagaimana dengan teman-teman?”

Erina      : “Haa? Liburan kemana, rul? Aku ikut saja..”

Nurul     : “Kemana begitu, apa kamu tidak bosan kalau di rumah terus?”

Erina      : “Gimana kalau kita pergi ke desa saja? Lumayan bisa refreshing di pedesaan”

Intan     : “Ide yang bagus! Aku setuju kalau kita liburan ke desa”

Una       : “Bagus..bagus..bagus.. Tapi kamu juga ikut kan, Fa?”

Ifa          : “Iya aku juga lagi pengen menikmati suasana pedesaan” (tertawa kecil)

Enggar  : “Yaa..yaa..yaa (sambil menghela nafas)”

Rais        : “Kenapa, Nggar?”

Enggar  : “Memang kenapa, Is ? (tertawa sambil pura-pura tidak tahu)”

Rais        : “Enggar..enggar.. (tertawa bersama)”                   

Setelah semua sepakat, mereka menyiapkan motor mereka masing-masing dan kembali ke rumah.

ADEGAN 2

Hari ini penerimaan Raport kenaikan kelas. Tentunya semua siswa merasa was-was dengan hasil mereka selama ini. Syarat kenaikan kelas yaitu siswa harus memiliki nilai diatas batas tuntas, jika tidak maka siswa tersebut harus mengerjakan ulang soal ulangan (remidi). Mereka berkumpul di rumah Enggar dan berbagi keluh kesah atas nilai mereka.

Intan     : “Kok Rais gak datang juga sih. Sudah lama nih nunggunya”

Una        : “Iya.. Kemana dia? Coba kirim pesan atau telepon”

Selma                    : (sambil menekan tombol handphone dan mencoba menghubungi Rais) “Aduh..gak aktif!”

Una        : “Ada apa sama Rais? Sampai dia matiin handphone segala”

Ifa           : “Kita ke rumahnya saja.. Gimana?”

Enggar  : “Eh ini aku dapat pesan dari Rais dengan nomor barunya”

Erina      : “Hah? Sini biar aku baca!” (sambil membacakan isi pesan singkat dari Rais)

 

Maaf teman-teman, Aku tidak bisa datang ke rumah Enggar.

 

 

 

 

Una        : “Apa sih, kok dia cuma bilang gitu tanpa ngasih alasan yang jelas!”

Nurul     : “Iya.. Kenapa sih dia? Kita datengin ke rumahnya aja sekalian!” (sambil mengerutkan dahi)

Enggar  : “Okee…”

ADEGAN 3

Mereka semua sudah berada di rumah Rais. Belum sempat mereka memanggilnya, Rais sudah keluar rumah dengan muka murung.

Enggar  : “Kenapa kamu, Is?”

Rais        : “Nggak apa-apa kok” (sambil tersenyum sedikit terpaksa)

Selma    : “Kamu kalau ada masalah cerita sama kita, Is. Ada apa?”

Rais        : “Teman-teman, aku tidak lulus mata pelajaran Biologi. Aku harus mengikuti remidi hari Senin mendatang. Aku tidak bisa mengerjakan soal-soal biologi. Apa kalian bisa membantuku?” (sambil memperlihatkan kesedihannya)

Erina      : “Emm..gitu.. Ya kita pasti bantu kamu kok, Is. Nanti kita belajar bersama-sama”

Intan     : “Iya, Is.. Tapi bukan sekarang ya teman-teman. Ku rasa sudah terlalu sore”

Ifa          : “Betul. Jangan khawatir, Is”

Una       : “Kamu jangan bilang “tidak bisa” ya, Is. Kamu pasti bisa!”

Nurul    : “Jangan sedih lagi ya, Rais. Kita selalu ada untukmu” (sambil senyum kepada semuanya)

Mereka pulang ke rumah masing-masing dan membuat janji bahwa mereka akan membantu Rais belajar biologi bersama-sama. Rais merasa bahagia mempunyai 7 sahabat baik seperti mereka.

ADEGAN 4

Keesokan harinya, sudah memasuki hari pertama liburan. Mereka bersama-sama membantu Rais belajar biologi bersama-sama. Hari itu Rais terlihat sangat senang.

Intan     : “Waah..kenapa kamu, Is? Kok senyum-senyu sendiri” (sambil tertawa kecil)

Rais        : “Gak kenapa-napa kok, seneng aja punya sahabat baik seperti kalian”

Intan     : “Kita sudah menganggapmu sebagai saudara kita sendiri, Is”

Una       : “Lagian kita juga senang punya sahabat seperti kamu”

Ifa          : “Kita bersahabat sudah lama, jadi wajar kalau kita membantu kamu jika kamu sedang kesulitan”

Selma   : “Bener, Fa. Persahabatan juga perlu pengorbanan lho”

Nurul    : “Bukan Cuma cinta saja yang butuh pengorbanan..” (sambil tertawa terkekeh)

Erina      : “Hey..hey.. Kalian ini lagi pada ngapain? Dari tadi ngobrol terus, Lihat tuh Si Enggar sudah bekerja dari tadi. Dia senyum-senyum sendiri melihat kalian bicara” (sambil melirik Enggar)

Enggar  : “Aku kan anaknya paling rajin” (tersenyum membanggakan diri)

Erina      : “Huu…”

Rais        : “Sudah jangan berdebat. Kalian itu lucu sekali” (tertawa kecil)

Nurul    : “Sudah..sudah.. Ayo kita mulai belajarnya! Nanti kesorean lho”

Una       : “iya, Rul. Terus apa yang bisa kita bantu, Is?”

Rais        : “AKu punya buku soal-soal Biologi, kalian bantu aku mengerjakannya ya”

Ifa          : “Iyaa… Pasti, Is”

Enggar  : “Ya sudah, ayo kita kerjakan bersama-sama”

Suasana sunyi di tempat mereka, semuanya sedang serius mengerjakan soal-soal di buku itu. Tak sungkan mereka saling bertanya jika ada yang belum dimengerti. Jam menunjukkan pukul 12.30 WIB, sudah cukup bagi mereka belajar bersama di hari libur.

ADEGAN 5

Hari Senin Rais berangkat ke sekolah untuk mengerjakan tugas remidi dari bu guru. Di saat mengerjakan soal, Ia mengingat kata teman-temannya, “AKU PASTI BISA!”. Teman-teman yang lain menunggui Rais di rumah Enggar. Mereka berharap Rais berhasil menegrjakan soal remidi dan mendapat nilai yang memuaskan.

Rais        : “Teman-teman…. Aku berhasil! Ini berkat kerja keras kita kemarin”

Selma    : “Selamat ya, Is. Kamu berhasil berkat kerja kerasmu!”

Ifa           : “Benar kan, kalau kita mau berusaha pasti kita bisa, Is”

Rais        : “Iya.. Terimakasih ya teman-teman, kalian sudah mau membantuku”

Erina      : “Sama-sama temanku tersayang..”

Una        : “Kalau gitu, kita rayakan saja dengan berlibur ke desa”

Nurul     : “Yee… pati seru banget yaa kalau kita semua bisa berlibur ke pedesaan bersama”

Rais        : “Iya..boleh.. Aku setuju saja”

Enggar  : “Gimana kalau kita pergi ke pegunungan? Lumayan.. Udaranya masih segar”

Una       : “Ide bagus, Nggar!”

Ifa          : “Memangnya kita mau ngapain ke pegunungan? Mending kita ke Wateboom di desa saja”

Intan     : “Iya.. Aku lebih suka main air di sana”

Erina      : “Ke waterboom dulu baru nanti habis itu kita jalan-jalan di desa”

Selma   : “Benar, Er. Asyik…jadi, kita jadi ke desa nih?”

Nurul    : “Ya iya lah.. Emang kamu mau kemana, Sel?” (tanyanya menyelidik)

Selma   : “ya ikut kalian liburan dong, emang mau kemana?”

Nurul    : “Ya..ya..ya..” (sambil tertawa)

Erina      : “Jadi kapan kita pergi?”

Intan     : “Besok pagi, gimana teman-teman?”

Ifa          : “Wah..kalau besok pagi aku tidak bisa, Tan. Aku mau pergi sama ibuku. Rabu saja bagaimana?”

Rais        : “Aku juga bisanya hari rabu. Gimana, Tan? Bisa kan?”

Intan     : “Iya bisa kok, kapanpun aku bisa untuk kalian” (sambil tersenyum manis)

Una       : “Ya sudah, jadi sepakatnya hari rabu ya?”

Nurul    : “Iya, Betul!”

Rais        : “Ya sudah, aku harus pulang sekarang”

Selma   : “Oke kalau begitu, kita pulang dulu ya, Nggar. Soalnya aku mau bantu-bantu ibu di rumah”

Enggar  : “Oke teman-teman, hati-hati di jalan ya. Jangan lupa datang tepat waktu ya besok rabu?”

Nurul    : “Siap, Bos! Sampai jumpa..”

Enggar  : “Sampai jumpa juga..” (sambil tersenyum kepada semuanya)

Selma segera menghidupkan motor mereka dan kembali pulang ke rumah masing-masing.

ADEGAN 6

Setelah menyiapkan baju ganti dan lainnya, mereka bersiap-siap untuk berangkat ke waterboom.

Nurul    : “Ayo kita masuk!”

Una       : “Tunggu dulu, Rul. Yang lainnya masih di parkiran. Kita tunggu dulu”

Rais        : “Hey…tungguin kita. Barangnya berat nih”

Nurul    : “Aduuhh, Rais. Kamu bawa apa aja sih kok tasnya sebesar bom gitu!” (sambil tertawa)

Ifa          : “Tolong dong bawain tasku”

Una       : “Aku juga bawa tas nih”

Ifa          : “It’s okay..” (sambil mengerutkan dahi)

Erina      : “Ayok kita masuk teman-teman”

Intan     : “Pelan-pelan saja..” (tertawa kecil)

Selma   : “Memangnya kamu mau nyanyi, Tan?” (menertawakan Intan)

Intan     : “Enggak kok” (sambil tersenyum kepada Selma)

Enggar  : “Sudah..sudah..ayo kita masuk”

***

Enggar  : “Kita kemana dulu nih?”

Rais        : “Ya kita ganti baju dulu dong, Nggar”

Enggar  : “Ya sudah, ayo kita ke kamar ganti”

***

Ifa          : “Ramai ya..”

Una       : “Benar.. Tidak kalah ramainya dengan di kota”

Ifa          : “Padahal kan tempat ini baru dan belum terkenal” (sambil tersenyum kepada ifa)

Nurul    : “Hey..kalian ngapain? Ayok kita main..”

Una       : “Ya sudah, ayo kita main..”

Selama di sana mereka semua tertawa seolah tiada beban dan masalah dalam hidup mereka. Mereka bisa tertawa lepas bersama-sama, saling bercanda dan berbagi tawa. Tidak lupa mereka mengabadikan momen terpenting dalam hidup mereka dalam bentuk foto. Ketika sudah merasa lelah mereka meninggalkan permainan dan mampir ke tempat makan di Waterboom. Setelah selesai menyantap makan siangnya, mereka meneruskan perjalanan mereka untuk menikmati pemandangan alam di desa.

Erina      : “Aduuh capek ya, seharian main air dan sekarang menghirup udara segar seperti ini”

Nurul     : “Bener, Er. Kita foto-foto yuk?”

Selma    : “Bagus..bagus.. Kita abadikan momen-momen ini buat kenangan”

Enggar  : “Ya sudah, kalian di sana biar aku yang memfotokan kalian”

***

Di desa ini tempat mereka mengabadikan momen-momen ini. Bagi mereka sahabat adalah hal yang terindah dalam hidup ini. Sahabat juga mengerti apa yang kita rasakan, mereka setia mendampingi kita di saat senang maupun duka. Mereka berjanji akan menjaga persahabatan mereka selamanya.

Enggar  : “Aku tidak akan lupa hari ini” (sambil memandangi teman-teman perempuannya)

Rais        : “Sama, Ngar. Kita beruntung sekali mempunyai sahabat seperti mereka”

Enggar  : “Mereka baik sama kita, di samping itu juga mereka bisa menghibur kita di saat kita sedih”

Rais        : “Bener, Nggar. Kita nggak salah jadiin mereka sahabat kita karena memang mereka yang terbaik buat kita”

Enggar  : “It’s okay..”

Selma   : “Ngomongin apa barusan kalian?” (sambil duduk di samping enggar)

Rais        : “Tidak ngomong apa-apa kok, ya kan, Nggar?” (sambil tersenyum kearah Enggar)

Enggar  : “Iya, tidak ada apa-apa kok” (tersenyum kepada semuanya)

Erina      : “Huuu… Pasti ngomongin kita ya?”

Rais        : “Tau saja kamu, Er” (tersenyum kepada Erina)

Nurul    : “Rais..Enggar.. Kalian tidak ikut foto? Kemari…”

Rais        : “Okee…”

Persahabatan itu lebih abadi di banding cinta. Mereka bercanda bersama sambil berfoto-foto. Persahabatan bagai Kepompong, mengubah ulat menjadi kupu-kupu. Dan mereka sadar, tidak ada yang lebih abadi selain persahabatan.

TAMAT

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s